sislatandu

sislatandu

Senin, 07 November 2016

Peluang Kerja di Kebumen

Video berikut adalah dokumentasi Live Ratih TV Kebumen dalam acara interaktif Selamat Malam Kebumen dengan tema Peluang Kerja di Kebumen, bersama Disnakertransos Kebumen, BLK Kebumen dan Lpk Intan Sruweng.
Sebagai video dokumentasi Lpk Intan, isi materinya tetap utuh, kecuali bagian pariwara dan iklan yang panjang telah dipotong, diganti dengan yang pendek-pendek saja...


Silakan di-play, semoga dapat memberi masukan informasi baru, khususnya adanya kesempatan pemagangan ke Jepang bagi para pemuda yang ingin lebih maju dan mau bekerja keras...
Terimakasih, semoga bermanfaat.

Jumat, 30 September 2016

Pelatihan Komputer Untuk Karyawan Karyawati Puskesmas



Dalam rangka peningkatan kemampuan SDM Kesehatan untuk mengelola Pelayanan Publik dibidang kesehatan yang semakin berkembang menggunakan system kerja berbasis internet, maka karyawan dan karyawati Puskesmas harus dapat menguasai pengoperasian komputer, khususnya penggunaan jaringan internet untuk pelayanan masyarakat dibidang kesehatan.
Sehubungan hal itu, materi pelatihan komputer lebih dititik beratkan pada managemen folder dan file, cara browsing di internet, cara penggunaan jaringan internet untuk surat menyurat menggunakan e-mail, cara pembuatan file-file pdf untuk pembuatan laporan menggunakan e-laporan, serta tugas-tugas pekerjaan lain yang semakin berbasis jaringan internet. Sebagai materi pelatihan pendukung lainnya adalah pengoperasian Ms.Word, Ms.Excel dan Ms.PowerPoint.

Setelah mengamati keberadaan kursus-kursus komputer di Kabupaten Kebumen, memperhatikan dan mencermati kemampuan kursus-kursus komputer tersebut di jaringan internet dengan cara browsing untuk nama-nama kursus komputer yang ada di Kabupaten Kebumen, kami selaku team panitia penyelenggara pelatihan komputer untuk karyawan Puskesmas dapat merasakan secara obyektif, bahwa pada kenyataannya kursus komputer yang paling menonjol di jaringan internet adalah Lpk Intan yang beralamat di Sruweng Kebumen. Kondisi ini merupakan bukti bahwa lembaga kursus tersebut betul-betul telah menguasai system jaringan internet yang sedang dibutuhkan oleh karyawan Puskesmas.  Team kami segera menghubungi dan mendatangi Lpk Intan Sruweng sampai beberapa kali bermusyawarah, yang akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa Lpk Intan Sruweng bersedia diajak kerjasama untuk melaksanakan pelatihan komputer yang sesuai dengan kebutuhan karyawan Puskesmas. Begitu penjelasan Bp. Agus Wahono selaku panitia penyelenggara pelatihan karyawan Puskesmas, mengawali kata sambutannya pada acara pembukaan pelatihan yang dilaksanakan tanggal 28 September 2016 bertempat di aula Puskesmas Sruweng.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa calon peserta latihan komputer terdiri dari para pegawai bagian administrasi dan pelayanan masyarakat, serta para perawat dan para bidan. Juga dijelaskan tentang sumber dan besarnya dana yang akan digunakan untuk membiayai pelatihan komputer ini. Pada bagian akhir kata sambutannya dijelaskan bahwa dari jumlah calon peserta latihan yang ada, kondisinya tidak memungkinkan kalau hanya dijadikan satu angkatan saja, harus dipecah-pecah menjadi beberapa angkatan atau beberapa gelombang. Karena itu nanti pada acara lain-lain dimohon kesediaan team dari Lpk Intan bersama-sama kami dari team penyelenggara latihan Puskesmas serta para calon peserta semuanya, untuk musyawarah bersama, guna mengambil keputusan, bagaimana sebaiknya pemecahan angkatan harus dilakukan, dan bagaimana sebaiknya jadwal kursus harus dilaksanakan, supaya semuanya bisa berjalan lancar, tidak terlalu mengganggu aktifitas Lpk Intan serta tidak terlalu mengganggu aktifitas Puskesmas, demikian pesan Bp. Agus Wahono mengakhiri kata sambutannya.


Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sruweng, ibu Retno Sundari, S.Km. yang antara lain memanjatkan puja-puji syukur kehadirat Alloh SWT, mengucapkan selamat datang kepada team dari Lpk Intan Sruweng, dan memohon kerjasamanya untuk melaksanakan pelatihan komputer yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan karyawati Puskesmas. Selanjutnya beliau menyampaikan inti sambutannya, bahwa pada masa mendatang system kerja lembaga, perusahaan dan instansi, baik pemerintah maupun swasta, kesemuanya akan dikembangkan system kerjanya menggunakan aplikasi-aplikasi khusus terbaru yang berbasis pada jaringan internet. Karena itu setiap pegawai negeri maupun swasta, termasuk karyawan dan karyawati Puskesmas semuanya harus bisa menggunakan jaringan internet, sehingga akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan aplikasi-aplikasi system kerja terbaru di masa mendatang yang kesemuanya berbasis jaringan internet. Kalau paket Ms.Office seperti word, excel dan powerpoint diantara calon peserta kursus banyak yang sudah bisa, jadi sifatnya sekedar menghangatkan kembali sebagai dasar untuk bisa menggunakan jaringan internet.

Adanya perubahan system kerja di masa mendatang, disatu sisi merupakan kemajuan teknologi yang pantas disambut baik, namun disisi lain para karyawan dan karyawati dituntut harus mau belajar dan latihan agar bisa mengoperasikannya. Kasihan nasibnya kalau ada karyawan yang sampai tidak bisa menggunakan, karena hal ini bisa dianggap bahwa karyawan dan karyawati yang bersangkutan tidak mampu bekerja, dan dengan hormat dipersilakan untuk tidak usah bekerja saja, lebih baik dirumah sendiri mengerjakan apa saja yang dia bisa mengerjakannya...
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang nanti, dimohon kepada Lembaga Pelatihan Kerja Lpk Intan Sruweng dapat memberikan pelatihan yang semaksimal mungkin dilandasi niat ibadah, dan kepada karyawan dan karyawati Puskesmas calon peserta pelatihan dapat belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, dilandasi kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi.
Akhirnya, kepada semua pihak yang ikut terkait dengan pelaksanaan pelatihan komputer bagi karyawan dan karyawati Puskesmas diucapkan banyak terimakasih.


Acara selanjutnya adalah, sambil menikmati kotak snack berukuran jumbo dilakukan penanda-tanganan perjanjian kerjasama pelatihan komputer antara Puskesmas sebagai pihak pertama dan Lpk Intan Sruweng sebagai pihak kedua. Kepala Puskesmas menandatangi diatas meterai, dan lembar surat perjanjian kerjasama itu akan diserahkan kepada Lpk Intan Sruweng. Pendandatanganan surat perjanjian kerjasama pelatihan itu dilaksanakan dengan khidmat.









Sebaliknya Pimpinan Lpk Intan yang diwakili bp. Iman Sayekti juga tandatangan diatas meterai, dan lembar surat perjanjian kerjasama itu akan diserahkan kepada pihak Puskesmas. Dengan kata lain, lembar surat perjanjian kerjasama pelatihan itu dibuat asli rangkap dua, keduanya dibubuhi meterai yang cukup, dan sama-sama memegang sebagai dasar untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing menurut isi surat perjanjian tersebut.  
  
    








Kesempatan selanjutnya diberikan kepada team Lpk Intan Sruweng yang disampaikan oleh bp. Iman Sayekti sebagai penyusun program pelatihan di lembaga kursus tersebut untuk menyampaikan program pelatihannya, kepadanya diberikan waktu secukupnya sampai tuntas.
Sebelum menyampaikan program pelatihannya, atas nama team Lpk Intan Sruweng mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga Puskesmas di Kebumen yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada kursus komputer Lpk Intan untuk memberikan pelatihan karyawan dan karyawatinya.







Dengan singkat padat, bp. Iman Sayekti menyampaikan bahwa program pelatihan komputer telah berhasil disusun berdasarkan analisa kebutuhan keahlian bagi karyawan dan karyawati Puskesmas, dengan rincian sbb.:

1.       Dasar-dasar penggunaan komputer dan jaringan internet, meliputi:
  1. Folder dan sub-folder di komputer, flashdisk dan di drive khusus pada jaringan internet, bagaimana cara membuat, memindah, mengganti nama, dan menghapusnya. Dengan demikian setiap karyawan pengguna komputer dapat memiliki folder sendiri-sendiri yang terpisah, sehingga tidak saling mengganggu dan terganggu dengan punya teman lain sekerjanya, meskipun mereka menggunakan komputer/laptop yang sama.
  2. Managemen file di komputer, flashdisk dan di folder khusus pada jaringan internet, cara menyimpan, memindah, mengganti nama, menghapus dan cara mengunduh serta mengirim file tertentu dari dan ke folder khusus yang ada pada jaringan internet.

2.       Praktek penggunaan microsoft office, meliputi:
a.       Ms.Word, intinya penulisan naskah, penggunaan bullet numbering, penyisipan tabel, grafik, gambar, word-art, clip-art. Juga surat menyurat, pembuatan mailing untuk surat massal, dan cara pencetakan Word ke printer.
b.      Ms.Excel, intinya pengolahan angka menggunakan rumus, formula, fungsi2 terpasang seperti fungsi statistik, fungsi logika if, fungsi tabel v-lookup dan h-lookup. Juga pengolahan data serta pengolahan grafik, tidak ketinggalan cara pencetakan excel ke printer.
c.       Ms.PowerPoint, intinya dapat menyiapkan dan menampilkan data-data dan laporan-laporan untuk kepentingan presentasi pada acara rapat, seminar, penataran dan pertemuan lainnya.

3.       Praktek penggunaan jaringan internet, meliputi:
a.       Pendayagunaan drive khusus di jaringan internet, yang sangat berguna sebagai media penyimpanan data-data perusahaan dengan aman, nyaman, praktis dan awet.
·         Aman, karena yg bisa masuk hanya pemilik saja dan harus melewati password pengaman.
·         Nyaman, karena data-data yang tersimpan pada drive jaringan internet dapat dikirim, dibagi dan diunduh dengan lebih cepat dibanding yang tersimpan di komputer.
·         Praktis, tidak kenal ada file data yang ketinggalan di komputer atau flashdisk, karena dimanapun kita berada, file data yang tersimpan dalam drive jaringan internet dapat diambil dengan mudah, asal kita bisa masuk kedalam akses internet.
·         Awet, karena file yang tersimpan di drive jaringan internet tidak akan hilang kecuali dihapus sendiri, tidak akan rusak dan tidak akan berubah digoda virus komputer.
b.      Pembuatan file PDF (Permanent Display Format), file ini berukuran relatif kecil dan ringan, dapat menyimpan sesuai bentuk yang tampil di layar serta permanen tidak bisa di-edit dan dirubah oleh pihak yang kurang bertanggung-jawab. File PDF lazim digunakan untuk mengirimkan peraturan dan lainnya, dapat disimpan di drive khusus di jaringan internet.
c.       Pembuatan E-MAIL, baik menggunakan gmail pada Google maupun menggunakan Yahoo.  Juga bagaimana cara penggunaan surat menyurat elektronik, surat massal elektronik, penyusunan laporan elektronik dan mengirimkannya, penyusunan proposal elektronik dan cara mengirimkannya. Lazimnya yang serba elektronik itu menggunakan file PDF.

Demikian intisari materi pelatihan yang akan dipelajari selama mengikuti kursus komputer untuk karyawan dan karyawati puskesmas. Lamanya waktu untuk kursus sudah dirancang selama 100 jam, bila menjalani kursus setiap hari selama 4 jam akan terselesaikan dalam 25 hari kursus sekitar satu bulan lamanya untuk setiap angkatan. Tetapi bila dikehendaki seminggu kursus 3 kali saja selama 4 jam juga, seluruh materi kursus akan selesai selama 2 bulan, untuk satu angkatan. Bagaimana kesepakatan waktu dan jadwal kursus nanti akan dibahas bersama-sama panitia penyelenggara pada acara lain-lain.
Demikian kata sambutan kami mewakili Team dari Lpk Intan Sruweng, mohon maaf bila ada yang kurang berkenan, terimakasih atas perhatian semuanya.



Pada acara lain-lain yang dipimpin team panitia penyelenggara pelatihan karyawan dari Puskesmas akhirnya dapat disepakati bersama, bahwa jadwal pelatihan berlaku seminggu 3 kali kursus, pada hari-hari Senin-Rabu-Jum’at untuk angkatan gelombang ganjil dan hari-hari Selasa-Kamis-Sabtu untuk angkatan gelombang genap. Dengan demikian, angkatan pertama dan angkatan kedua relatif bisa start bersama dan akan selesai bersama dua bulan mendatang. Setelah angkatan pertama dan kedua selesai, barulah bisa masuk dilanjut angkatan ketiga dan keempat secara serempak juga, demikian seterusnya sampai tugas pelatihan selesai sesuai perjanjian kontrak kerjasama yang telah disetujui dan ditandatangani bersama... 


Terimakasih atas kepercayaan perusahaan, lembaga, instansi dan masyarakat luas
kepada Kursus Komputer Lpk Intan Sruweng Kebumen
Dibawah pembinaan Disnakertransos Kabupaten Kebumen Jawa Tengah

(doc.lpk_intan&puskesmas_2016).


Sabtu, 21 Mei 2016

Antara Kursus Menjahit dan Praktek Kerja Penjahit




Kursus menjahit baik LPK maupun LKP pada umumnya mengajarkan materi pelatihan menjahit meliputi:
Mengambil ukuran badan
Membuat gambar pola pakaian
Memotong kain bahan pakaian sesuai gambar polanya
Mengolah kain potongan pola seperti menjahit kupnat, memasang kantong, memasang resleting dan lainnya.
Menjahit kain potongan pola yang sudah diolah
Finishing pembuatan pakain sampai jadi siap pakai.

 
Praktek kerja penjahit sebenarnya tidaklah ribet seperti yang diajarkan kursus menjahit, tetapi sudah menggunakan teknik jahitan yang lebih praktis.
Misalnya ketika membuat rok cukup diukur lingkar pinggang dan panjang rok saja. Tidak perlu membuat gambar pola di kertas, hanya sekedar memberi tanda tertentu di kain, dan kain tersebut langsung dipotong. Meski demikian, rok yang dihasilkan bias pas dan mapan di tubuh pemakainya.


Berikut ini video cara membuat rok seragam sekolah versi penjahit, silakan di-play dengan meng-klik gambar berikut.

KLIK GAMBAR ATAS UNTUK MELIHAT VIDEO FACEBOOK

Contoh lain adalah cara membuat blazer tanpa krah, silakan di-play dengan meng-klik gambar berikut.

KLIK GAMBAR ATAS UNTUK MELIHAT VIDEO FACEBOOK

Kiranya pantas direnungkan dan perlu ditindak lanjuti, kenapa masih ada perbedaan antara materi kursus menjahit dengan praktek kerja penjahit?


Senin, 02 Mei 2016

CARA MENJAHIT JAS PRIA LENGKAP

Pada postingan terdahulu di blog-blog LPK Intan Sruweng telah banyak dikupas bagaimana cara membuat jas, mulai dari pengenalan jas, macam-macam jas, cara ambil ukuran badan untuk membuat jas, cara membuat gambar pola jas, baik jas untuk pria kurus, pria sedang maupun pria gemuk. Juga telah dibahas cara memotong kain bahan jas sesuai gambar polanya.

Pada kesempatan ini akan dikupas bagaimana cara menjahit jas, tentu saja akan dimulai dari setelah kain bahan jas itu dipotong-potong. Ada 7 potongan kain bahan jas seperti gambar berikut:



Supaya ada gambaran jelas berikut ini adalah serangkaian video di facebook Lpk Intan Sruweng, yang menguraikan urutan langkah cara menjahit jas selengkapnya dan dapat di-play langsung dari sini, dengan meng-klik tautannya.

Yang pertama dikerjakan adalah menjahit badan jas, dengan merangkai potongan-potongan pola badan jas, silakan di-play video yang berikut:


Selanjutnya adalah membuat krah jas, silakan di-play video yang berikut:


Dilanjutkan membuat lengan jas, silakan di-play video yang berikut:


Dan akhirnya adalah video cara menjahit kain pelapis pada jas, silakan di-play video yang berikut:

KLIK GAMBAR ATAS UNTUK PLAY VIDEO CARA MENJAHIT ROK VERSI PENJAHIT

Bagi yang ingin tanya-tanya atau komentar lain, supaya dapat langsung dijawab dan ditanggapi cepat, silakan ber-komentar di facebook Lpk Intan Sruweng saja.

Bagi yang ingin mengunduh video tersebut disyaratkan terlebih dahulu meng-klik SUKA pada video tersebut, barulah video yang bersangkutan dapat diunduh.

Terimakasih.




Selasa, 16 Februari 2016

Cara Membuat Film-bordir LOGO OSIS dengan WILCOM

Aktifkan program Wilcom Embroidery yang sudah terinstal pada komputer/laptop Anda, dan panggil file LOGO OSIS.JPG yang akan digunakan sebagai penuntun dalam proses pembuatan film bordirnya.

Ukurannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, tinggi 8 cm dan lebar 6,5 cm.
Perhatikan, ada berapa warna pada logo OSIS tersebut? Orange, merah, putih, abu-abu dan hitam, jadi semuanya ada 5 warna. Berarti perlu dibuat 5 layer, masing-masing untuk satu warna benang bordir yang berbeda.

Layer 1 untuk benang warna orange, merupakan dasar dari logo.
Tentukan batasan area yang berwarna orange kemudian diisi dengan stick tusukan bordir yang sesuai, misalnya jenis tatami.

Layer 2 untuk warna merah, tentukan batasan area yang berwarna merah dan diisi dengan stick tusuk bordir yang sesuai dengan bentuk lengkungan.
Layer 3 untuk warna putih, tentukan batasan area yang berwarna putih dan diisi dengan stick tusuk bordir yang sesuai dengan bentuknya.

Demikian selanjutnya dibuat layer 4 untuk warna abu-abu dan layer 5 untuk warna hitam. Caranya relatif sama gampangnya, tentukan batasan areanya, lalu diisi dengan stick tusuk bordir yang serasi.

Perlu dipahami, bahwa file gambar JPG yang dimasukkan program Wilcom hanyalah berguna sebatas membantu dalam menentukan batasan area bordir saja, dan yang dapat menjalankan mesin bordir digital adalah isian stick tusuk bordir yang telah ditentukan.
File gambar JPG berguna untuk printer, azasnya warna kuning plus merah bisa menjadi warna coklat. Sedang film bordir adalah untuk mesin bordir, azasnya benang kuning plus benang merah bukan jadi benang coklat, tapi malah jadi benang mbrundet…he-he-he…

Tulisan OSIS pada logo bukan font standar (bentuk huruf standar), karena itu tidak diolah menggunakan fasilitas lettering (huruf) tetapi tetap menggunakan desain gambar.

Kiranya olah film bordir logo OSIS sudah lengkap ujudnya, tetapi kisah ceritanya belum berakhir sampai disini. Masih ada langkah penting yang perlu dilakukan…

Langkah penting selanjutnya adalah mendefinisikan proses jalannya jarum jahitan pada mesin bordir digital atau mesin jahit berkomputer sebagai berikut:
Layer 1 warna untuk benang orange, gerakan tusukan jarum harus ditentukan titik awal dan titik akhirnya.
Demikian pula untuk layer 2, layer 3, layer 4 dan layer 5, semua harus didefinisikan letak titik awal tusukan jarum dan titik akhir tusukan jarumnya. Tujuannya adalah supaya hasil bordir lebih baik, tidak terjadi loncatan-loncatan yang dapat mengganggu kelancaran dalam proses bordir otomatis menggunakan mesin bordir digital.

Setelah proses jalannya jarum bordir sudah dipastikan, selanjutnya dilakukan tes di layar monitor (operating preview), dan perhatikan adakah loncatan jarum dalam proses bordir yang dilaksanakan.
Setelah yakin proses bordirnya sip dan ok banget, selanjutnya file tersebut disimpan, dengan ekstensi pilihan yang disesuaikan dengan merk dan tipe mesin bordir yang akan digunakan. Jangan kuwatir, program Wilcom Embroidery mengenal semua merk dan tipe mesin bordir digital yang beredar di pasaran.

Bila file film bordir tersebut disimpan pada flashdisk, kemudian flashdisk ditancapkan pada USB mesin bordir digital atau mesin jahit berkomputer yang memiliki port USB, maka proses bordir otomatis sudah siap dijalankan.


Mudahnya membordir pada jaman digital sudah nyata terjadi pada kehidupan nyata di sekeliling kita, sayangnya, kenapa masih sangat langka warga masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan bordir Wilcom yang memberikan harapan sangat cerah…

Bayangkan, semua anak sekolah SD, SMP, SMA butuh logo OSIS di baju seragam sekolahnya, berarti kebutuhan bordir logo OSIS sangat banyak, dan selembar kain ukuran sekitar 10 x 10 cm setelah dibordir otomatis dapat dijual sekitar tiga ribu rupiah…

Logo warna-warni juga dapat dibordir menggunakan mesin jahit berkomputer meskipun hanya memiliki satu jarum. Bedanya, pada saat pergantian layer, mesin jahit akan berhenti otomatis untuk diganti warna benangnya, baru dilanjut setelah ditekan tombol continue pada mesin tersebut. Jadi pada proses bordir logo OSIS, yang pertama dipasang benang atas warna orange untuk membordir layer 1, setelah selesai mesin berhenti. Lalu diganti benang merah (atasnya saja), tekan continue maka proses bordir layer 2 dilaksanakan, demikian seterusnya sampai lengkap jadi logo warna-warni.

Ada bisnis bordir digital yang lebih menarik, yaitu membuat label nama siswa yang lazim dipasang pada pakaian seragam sekolah dan pakaian seragam pramuka.

Mesin jahit berkomputer model setara ini sudah banyak beredar di pasaran dengan harga terjangkau, mari lihat-lihat mesin jahit terbaru ke SINGER SEMARANG… ok?


Terimakasih atas perhatian Anda.
Penulis: Iman S Prositadika (penyusun program pelatihan LPK Intan Sruweng).


Sabtu, 23 Januari 2016

Anjung Fashion Malaysia Akui Keunggulan LPK Intan Indonesia

Tanggal 20 Januari 2016, Anjung Fashion Malaysia melawat ke Indonesia mengunjungi LPK Intan Jalan Raya No.70 Sruweng Kebumen. Kunjungan tersebut dilandasi pengamatan atas kegiatan/aktifitas pelatihan menjahit yang telah dilaksanakan dan diunggah melalui saluran Youtube Intansruweng serta diunggah via blog-blog LPK Intan Sruweng. Kunjungannya disambut ramah oleh Pimpinan LPK Intan yang didampingi Kasi Lattas Disnakertransos Kebumen, serta Penyusun Program Pelatihan Menjahit LPK Intan.


Pertemuan antara Anjung Fashion Malaysia dengan LPK Intan Sruweng Indonesia bertujuan untuk saling tukar pengalaman seputar strategi, metoda dan system pelatihan yang lebih efektif dan inovatif, sekaligus bersilaturahmi sebagai wujud kesiapan Lembaga Pelatihan dalam menyambut MEA-2016.
Saling tukar wawasan sesama Lembaga Pelatihan antar Negara diharapkan dapat saling menyerap segi-segi positifnya, sehingga dapat memajukan lembaga pelatihan yang dikelolanya dimasa mendatang.

Pada pertemuan yang kekeluargaan (tidak formal), Ibu Parniyah mengucapkan selamat datang, mengungkapkan rasa sangat bahagia kedatangan team dari Anjung Fashion Malaysia, serta menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungannya ke Indonesia yang khusus hanya menuju ke LPK Intan Sruweng untuk saling tukar dan berbagi pengalaman dalam mengelola lembaga pelatihan.
Sebagai penghormatan kepada team Anjung Fashion Malaysia, kesempatan pertama diberikan kepada tamu-tamu dari Malaysia untuk menyajikan apa saja yang ingin disampaikan kepada LPK Intan Sruweng.

Selanjutnya, dengan khidmat Tuan Mohamad Akir Jokey dari Malaysia menjelaskan tuntas seputar Kod Amalan Pentauliahan Program Kemahiran (KAPPK) serta menjelaskan Panduan Pelaksanaan & Syarat Pentauliahan dari Kementerian Sumber Manusia Malaysia. Sebelum mengakhiri penjelasannya, beliau menyerahkan beberapa buku yang isinya baru saja diuraikan tadi.  Buku-buku tersebut diterima oleh Pimpinan LPK Intan untuk dipelajari, dan nantinya segi-segi positifnya akan dijadikan bahan pelengkap yang dapat lebih menyempurnakan system pelatihan menjahit di LPK Intan masa mendatang.

Kesempatan berikutnya, Puan Rosidah Musa dari Malaysia menjelaskan seputar Sistem Latihan Dual Nasional (SLDN) di Malaysia, Syarat Pentauliahan dan Panduan Pelaksanaan Sistem Persijilan Kemahiran Malaysia melalui Sistem Latihan Dual Nasional (SLDN) serta Panduan Pakar Sistem Dual (DSE) dari Kementerian Sumber Manusia Malaysia. Setelah selesai menjelaskan hal tersebut, buku-buku yang berisi SLDN dan DSE tersebut diserahkan kepada LPK Intan, sebagai tambahan pelengkap wawasan yang mungkin bermanfaat dalam pengelolaan Lembaga Pelatihan pada masa mendatang.

Ibu Parniyah menerima buku-buku dari Tuan Mohamad Akir Jokey dan Puan Rosidah Musa, mengucapkan terimakasih atas pemberian buku-buku tersebut, semoga dapat diambil hikmah manfaatnya, yang dirasa perlu dan selaras dengan kondisi Indonesia akan diterapkan, yang kurang serasi dapat digunakan untuk menambah wawasan baru, minimal jadi tahu system pelatihan di Negara lain.

Memenuhi harapan Anjung Fashion Malaysia, maka LPK Intan juga akan menjelaskan system pelatihan yang digunakan, dan akan dikupas langsung oleh Bapak Iman Sayekti selaku Penyusun Program Pelatihan di LPK Intan.  Sekedar saling tukar kenangan, kepada team dari Malaysia juga akan diberikan buku-buku dan video tutorial menjahit yang selama ini digunakan di LPK Intan Sruweng.
Namun sebelumnya diberikan kehormatan kepada Bapak Drs. Agus Djatmiko, Kasi Lattas Disnakertransos Kabupaten Kebumen selaku Pembina LPK Intan, untuk memberikan pesan dalam pertemuan ini.

Selaku Pembina Lembaga Pelatihan, Bapak Drs. Agus Djatmiko dari Disnakertransos Kabupaten Kebumen menyampaikan pesan-pesan antara lain:
1.  Mendukung adanya pertemuan Lembaga Pelatihan antar Negara, karena sekarang sudah MEA-2016, sehingga perlu saling menukar wawasan dengan rekan-rekan Lembaga Pelatihan dari Negara lain.
2.  Masing-masing perlu saling menjaga kaidah peraturan lembaga pelatihan di Negara masing-masing, agar tidak bertentangan dengan peraturan yang ada, tetapi justru melengkapi dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan di Negara masing-masing.
3.  Mengharapkan, semoga pertemuan ini dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak, sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pelatihan yang dikelolanya.

Guna menyegarkan suasana, Ibu Parniyah mengajak para tamu dari Malaysia untuk melihat langsung kegiatan pelatihan menjahit yang sedang dilaksanakan, sekaligus boleh berbincang-bincang dengan para peserta latihan. Ketika dijelaskan mereka adalah peserta latihan menjahit REGULER, tamu dari Malaysia balik bertanya, apa maksud peserta regular itu. Ibu Parniyah menjelaskan, peserta regular adalah warga masyarakat yang ikut latihan dengan swadana, mau membayar biaya pelatihan dengan dana sendiri.
Setelah berbincang-bincang dengan beberapa peserta latihan, team dari Anjung Fashion Malaysia ACUNG JEMPOL dan mengakui keunggulan pelatihan menjahit yang dilaksanakan LPK Intan Sruweng Indonesia…

Giliran terakhir diberikan kepada Bapak Iman Sayekti selaku Penyusun Program Pelatihan Menjahit untuk menjelaskan system pelatihan yang dilaksanakan LPK Intan, yang secara global digambarkan sbb.:

1.  Bahwa Lembaga Pelatihan wajib memiliki mitra industri yang selaras dengan bidang pelatihannya, karena itu pelatihan menjahit LPK Intan memiliki mitra industri dari beberapa perusahaan garment, beberapa usaha konfeksi dan beberapa usaha butik, baik di Semarang, Ungaran, Bandung, Jakarta.

2.  Bahwa system pelatihan menjahit LPK Intan meliputi 4 (empat) langkah tahapan, yaitu tahapan pelatihan ketrampilan, tahapan pelatihan kerja, tahapan uji kemampuan kerja dan tahapan pendampingan paska pelatihan.

3. Pada tahapan PELATIHAN KETERAMPILAN, LPK Intan menerapkan pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada:
  • Perpres 8/2012, tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  • Kepmenaker 8/2014, tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi
  • Kepdirjenbinalattas 185/Lattas/XII/2013, tentang Pedoman Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi
  • Kepdirjenbinalattas 181/Lattas/XII/2013, tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi.

4.  Pada tahapan PELATIHAN KERJA, LPK Intan memfokuskan materi pelatihannya pada aktifitas kerja yang lazim dilakukan, baik bekerja menjahit di perusahaan garment/konfeksi maupun wira-usaha mandiri membuka usaha jahitan sendiri, dengan materi pelatihan antara lain:
  • Mempraktekkan kerja team (line system) yang lazim dilaksanakan perusahaan industri jahitan, bertujuan memberikan dasar pengertian kepada peserta, bahwa sangat diperlukan kekompakan dan kerjasama antar sesama pekerja dalam proses produksi jahit busana.
  • Pembekalan tanggungjawab kerja, bertujuan memberikan pengertian kepada peserta, bahwa antara upah kerja dan prestasi kerja merupakan hubungan sebab-akibat yang menyatu, tidak dapat dipisahkan, artinya perusahaan baru dapat memberikan standar upah minimum bilamana pekerja juga sudah mampu mewujudkan prestasi kerja minimal yang ditetapkan perusahaan.
  • Pembekalan kewiraswastaan, bertujuan memberikan pengetahuan kepada peserta seputar kalkulasi harga pokok produksi busana, harga pokok penjualan busana dan harga jual busana setelah diperhitungkan labanya. Dengan mengetahui unsur-unsur biaya dalam proses produksi busana dan proses penjualan busana, diharapkan bila nanti setelah lulus pelatihan menjahit akan wirausaha mandiri dibidang jahitan, para lulusan sudah dibekali dasar-dasar kewiraswastaan yang tepat guna.    

5.  Pada tahapan UJI KEMAMPUAN KERJA, LPK Intan mengacu pada kelaziman yang dilakukan oleh perusahaan garment yang berpengalaman dalam menerima calon tenaga operator mesin jahitnya, antara lain:
  • Calon karyawan mampu menjahit krah dengan rapih, mampu memasang krah di lingkar leher dengan rapih, menggunakan mesin jahit dengan kecepatan putar = 2.500 rpm.
  • Calon karyawan mampu menjahit lengan dengan rapih, mampu memasang lengan di lingkar lengan dengan rapih, menggunakan mesin jahit dengan kecepatan putar = 3.000 rpm.
  • Calon karyawan mampu menjahit bagian busana lain yang relative mudah dijahit, menggunakan mesin jahit dengan kecepatan putar = 3.500 rpm.
  • Supaya uji kemampuan kerja lebih obyektif, mesin jahit yang digunakan harus system digital yang dapat menampilkan kecepatan putaran mesin di layar monitornya, atau bila masih menggunakan dynamo biasa perlu dipasang alat pengukur kecepatan putar digital yang sudah banyak dijual.

6. Pada tahapan PENDAMPINGAN PASKA PELATIHAN, LPK Intan wajib memonitor nasib para lulusan pelatihannya, minimal selama satu tahun, baik lulusan yang ditempatkan kerja di perusahaan maupun yang wirausaha mandiri dibidang jahitan. Monitoring dapat dilakukan melalui HP atau email.
Tujuannya adalah, bilamana para lulusan menghadapi kendala, LPK Intan dapat membantu saran untuk dipertimbangkan dalam mengambil langkah yang terbaik bagi dirinya.
Demikian garis besar program pelatihan menjahit yang dilaksanakan LPK Intan Sruweng Kebumen.

Setelah selesai memberikan penjelasan tersebut, team Anjung Fashion Malaysia acung jempol kepada LPK Intan, dan sangat mengharapkan adanya hubungan yang lebih jauh lagi antara Anjung Fashion Malasia dengan LPK Intan Sruweng Indonesia.
Anjung Fashion Malaysia mengharapkan bila nanti sudah ada kesempatan, team dari LPK Intan ditunggu kedatangannya di Malaysia untuk melanjutkan pertemuan ini.

Karena sama-sama asyiknya, tanpa terasa pertemuan yang dimulai jam 10.00 pagi sudah berlangsung sampai jam 16.00 sore. Selanjutnya, team Anjung Fashion Malaysia diantar ke hotel, menginap semalam di Kebumen. Keesokan harinya melanjutkan perjalanan pulang ke Malaysia, dengan membawa tanda-mata kenangan berupa seperangkat Buku Tutorial Menjahit Pakaian Pria Wanita plus 5 keping VCD-nya, Buku Tutorial Menjahit Jas berikut VCD-nya dan Buku Tutorial Menjahit Blazer berikut VCD-nya.
Buku dan Video Tutorial tersebut adalah asli buatan LPK Intan Sruweng Indonesia.

Semoga pertemuan sehari ini dapat membuahkan hikmah dan manfaat yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, Amien, amien, amien, ya robbal ‘alamin…


KEGIATAN LPK INTAN SEBELUMNYA...
Dokumentasi Pertemuan Bali : November 2015

PANTAS DIRENUNGKAN DAN PERLU DITINDAK-LANJUTI

Maraknya program pelatihan kepada masyarakat secara gratis yang dibiayai anggaran dari APBN, APBD, PNPM, MP3KI, UMKM dan lain-lain, telah membuat masyarakat semakin kritis dalam menilai tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pelaksana Pelatihan dari program-program tersebut.

Masyarakat sudah tidak lagi menilai keberhasilan kegiatan pelatihan hanya sebatas pada standarisasi program pelatihan dan standar sertifikasinya, tetapi lebih dari itu, penilaian masyarakat sekarang justru lebih difokuskan pada kondisi paska pelatihannya.
Minimal ada 3 (tiga) point yang dijadikan barometer untuk mengukur tingkat keberhasilan sebuah program pelatihan kepada masyarakat secara gratis, yaitu:

  1. Apakah lulusan pelatihan betul-betul dapat diterima bekerja di perusahaan penempatan yang sesuai dengan bidang pelatihannya?
  2. Apakah lulusan pelatihan betul-betul dapat wirausaha mandiri sesuai bidang pelatihannya dan mampu bersaing dengan usaha sejenis di sekitarnya?
  3. Apakah Lembaga Pelaksana Pelatihan betul-betul dapat memberikan data informasi yang akurat dan dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya, tentang keberadaan lulusan pelatihan minimal selama satu tahun sejak tanggal kelulusannya? 
Menyadari kondisi tersebut, maka bila LPK Intan mendapat kepercayaan menjadi salah satu Lembaga Pelaksana Pelatihan kepada masyarakat tentu akan berupaya semaksimal mungkin, untuk dapat mewujudkan ketiga point penilaian masyarakat, karena pada gilirannya, cepat atau lambat masyarakat pasti akan MENG-EVALUASI tingkat keberhasilan program pelatihan tersebut... 


KEGIATAN LPK INTAN SETELAHNYA...

Senin, 25 Januari 2016, jam 14.00 sampai 21.00 WIB.


Kunjungan Kepala Baznas Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah beserta Staf-nya bertujuan untuk bersilaturahmi dengan keluarga LPK Intan, serta ingin saling berbagi wawasan dan pengalaman sehubungan di Kabupaten Seruyan sedang dirintis berdirinya Sentra Menjahit Pakaian.
Kedatangannya disambut ramah oleh keluarga LPK Intan yang juga didampingi Disnakertransos Kabupaten Kebumen selaku Instansi Pembina Lembaga Pelatihan.

Mari kita doakan, semoga Sentra Menjahit Pakaian di Kabupaten Seruyan dapat berjalan, berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat, serta selalu mendapat berkah dan rahmat dari Alloh SWT... Amien.